Badut Menari Riang di Siang Hari


Dialog
August 25, 2008, 7:42 am
Filed under: Kategori 1 | Tags:

Suatu ketika Tuhan (T) menghentikan waktu, untuk apa? Ia ingin berbicara dengan Bumi (B).

T: Apa kabar Bumi?

B: Wahai Tuhan semesta alam, pasti Engkau tahu kabarku saat ini.

T: Hmm, tapi Aku ingin mendengar kabarmu dari engkau langsung!

B: Aku semakin tua Yang Mulia, aku bahkan sudah lupa umurku sekarang berapa.

T: Wajarlah jika engkau lupa, sudah ratusan juta tahun kau ada di alam semesta ini.

B: Lalu, apa gerangan yang membuat Yang Mulia menghentikan waktu?

T: Hahaha, Aku ingin berbicara langsung dengan engkau, Bumi.

B: Ada kah hal penting Yang Mulia?

T: Bumi, apa kabar manusia sekarang?

B: Engkau pasti tahu kabar mereka Yang Mulia.

T: Hmm, tapi Aku ingin mendengar kabar mereka dari engkau langsung!

B: Mereka semakin banyak Yang Mulia. Mereka semakin merusak.

T: Begitukah?

B: Betul Yang Mulia, mereka semakin modern dan semakin parah kelakuannya.

T: Apa maksudmu kelakuan mereka semakin parah?

B: Saat ini mereka sudah tidak peduli lagi padaku, mereka menghancurkanku perlahan-lahan.

T: Hahahaha, tapi engkau pasti akan hancur di kemudian hari wahai Bumi.

B: Itu memang tidak bisa dihindari, namun apa daya, manusia merupakan ciptaanmu yang paling pintar, aku hanya bisa memberi mereka peringatan saja.

T: Aku tahu itu, lalu apakah mereka masih merusak? Tapi ngomong-ngomong mereka ini merusak-nya seperti apa?

B: Tak terhitung perusakan mereka yang diperbuat. Umurku saja sudah lupa, apalagi daftar kejahatan mereka.

T: Kau memang tidak Kuciptakan untuk mengingat itu wahai Bumi.

B: Memang betul Yang Mulia, aku tak berkemampuan. Tapi tak jarang aku mengingat apa-apa saja tindakan manusia terhadapku.

T: Sebutkanlah!

B: Wahai Yang Mulia, aku minta maaf, tapi ini memang terjadi di mukaku.

T: Sebutkanlah!

B: Manusia saat ini telah menembus lapisan ozonku. Mereka saling berperang satu sama lain dan membiarkanku meminum darah segar mereka. Mereka selalu menusuk-nusuk kulitku dengan lapisan besi hanya untuk memenangkan persaingan pembuatan menara. Mereka membabat habis paru-paruku, mereka meracuni lautanku dengan bahan-bahan beracun. Mereka membunuh teman-temanku yang bisa dihitung jari, dan masih banyak yang lainnya lagi, namun aku tak mampu mengingatnya.

T: Hahahaha, menarik sekali. Bumi, engkau adalah planet ciptaanKu yang paling unik. Tahanlah beberapa saat lagi sampai tiba waktu yang telah ditentukan.

B: Baik Yang Mulia.

T: Masih ingatkah kau ketika Aku menciptakanmu?

B: Aku lupa Yang Mulia, sensasi yang kuingat adalah geli dan sakit?

T: Geli dan sakit?

B: Yang Mulia, ketika Kau mengisi aku dengan air, Kau juga menurunkan ciptaan-ciptaanmu. Aku merasa geli ketika mereka mulai berjalan-jalan di atasku.

T: Hahahahaha, lalu?

B: Sekarang aku sudah kebal akan hal itu. Namun aku merasa sakit sekarang.

T: Ya?

B: Seperti yang tadi aku jelaskan, mereka menyiksa dan menghancurkanku perlahan-lahan.

T: Itulah manusia, Aku menciptakan mereka tidak sempurna, agar mereka menuju sempurna. Mereka punya cacatnya masing-masing, dan Bumi, engkau harus terus bersabar. Sebentar lagi akan tiba masanya sampai Aku merasa cukup dengan ulah ciptaanKu ini, dan mereka tidak tinggal di atasmu lagi. Sesuai ketentuan, yang buruk mendapat ganjaran dan yang baik mendapat balasan.

B: Aku paham Yang Mulia, kapankah waktu yang telah ditentukan ini?

T: Adakah ciptaanKu yang tahu selain Aku kapan tiba waktunya?

B: Maafkan aku Yang Mulia, tidak ada yang tahu kecuali Engkau.

T: Baiklah, Aku akan memutar lagi waktu, dan Bumi, Aku menciptakan keseimbangan. Maka tidak semua manusia itu hitam, putih selalu membayang-bayangi mereka, dengan itu kehidupan ini terjadi.

B: Aku paham Yang Mulia, dan terima kasih mau mengunjungiku.

Saya ngga tau kenapa bisa nulis ini, mungkin saya sedih liat Bumi semakin rusak oleh kita.

***

Galeri hari ini:

Zoom-in?

Zoom-in?

PS 1: Ngga ada ucapan terima kasih (lagi!)

PS 2: Buat Anton, foto di Matraman liat aja di flickr saya!


35 Comments so far
Leave a comment

LPG = Lah Pertamax Gue!!!

Comment by budiernanto

kenapa ga ada terimakasih?

Comment by doremifaa

namanya juga manusia..ga pernah puas..sukanya merusak dan merusak…tp saya ga pgn jadi manusia yg kaya gitu…

Comment by dinda

Bikinan lu bud? Keren. Bumi emang butuh penyelamat seperti gue eh kita. eh elu elu pade…

Comment by dondanang

karena aku males bilang terima kasih

ada yang kaya gitu, pasti

iya om, makasih yak. hehehe, wish u will be..

Comment by budiernanto

heheyy
bagus bud bagus… :D

Comment by nrl

cKCKCKC..ANAK MUDA KAYAK LOE EMANG JADI PANUTAN..CUIH

Comment by TYO GAPTEK

yups,
hmm, kurang setuju buat peran “TUHAN” yang kanda mainkan di atas :(

coba peran yang lain, tapi jadi TUHAN???
hmm….

Comment by rahmadisrijanto

bagus apa-nya ngul?

maksudnya apa om tyo?

peran apa ya? itu aja saya buat se-bijaksana mungkin.

Comment by budiernanto

beuh bener banget dah, bumi makin panaaaaaaas

Comment by cena

wuih..bisa aja lo..hmmm lumayan bikin sadar
global warmning.bentar lagi kiamat dah hhiiii serem.
tp mo gimana lagi lapisan ozon makin berkurang..
antisipasi gag pake plastik gag pake ac juga percuma..byk bgt yg ngeyel..

Comment by diana_bochiel

Cintai Bumi !! Dukung Greenpeace !!

Great Dialog, bro !!!

Comment by TopiQue

bumi..tragis sekali dikau. daku sering nyabutin bagian dari dirimu, daku juga sering injek” dirimu,maaf yak bumi..

Comment by cumicungkring

yah, tapi menurut ilmuwan, sekarang bumi sedang masa penyejukan

bukan berkurang, lebih tepatnya menipis

ho ho, saya tidak suka sama NGO itu, kita ga perlu mereka

Bumi, warna putih selalu seimbang dengan hitam

Comment by budiernanto

bumi…sabar ya…pada saatnya semuanya kan bakal musnah… kalu bumi emang udah waktunya mati… ya mati… tapi ayoooo usaha biar bukan kita penyebabnya :)

Comment by Paams

gw terharu bacanya…

Hikz2

Comment by Shintung

bumi menangis.. :(

Comment by h4rold80

iya, Bumi pasti mati

hmm, saya ga tau harus ikut terharu apa ngga?

Bumi menangis ketika penghuninya jahat padanya

Comment by budiernanto

tulisannya jelek, jelek jelek, yang bagus tulisannya budiernanto hehehhe

Comment by antown

gue takut deh jadinya apalagi waktu buminya bilang “kapankah waktu yang telah ditentukan ini?”

kalo cerita diatas bener-bener ide dari otak lo, gue salut!

Comment by inda

galeri hari ini gak sesuai sama postingan!!

Comment by ridu

weehh .. seru juga .. kasian ya bumi .. elo sih . hahaha .. galerinya aneh haha

Comment by benazio

Anton, ga ngerti maksudnya.. -.-”

emang dari otak gw, dasar anak kecil!!!

iya ya? maaf deh ga memuaskan pengunjung

iya seru ya? kasian dong, hahaha, makasih atas pujiannya (lho?)

Comment by budiernanto

OOT:
makasih bro. u are the best!! tetap semangat
salam kreatif!!

Comment by antown

boleh2 tukeran linkk…

eh.. knalan duummmzzzz

Comment by taz

OOT: Keren bro. U are the best. Apaan sih?

Comment by dondanang

dalem juga ya, coba kalo gue jadi bumi

Comment by Bani Biasa

behhh..fotonya keyeeeeeen

Comment by aNNo'

wowww wowww.. saya juga ga tau kenapa bisa komen ini, hahahha

Comment by bahrull

wowww wowww.. saya juga ga tau kenapa bisa komen ini, hahahha

Comment by bahrull

lahh maap dobel post bud, hihihihi

Comment by bahrull

wow kereeeeen bagus banget! :D

Comment by nisa

nice!

Comment by Penyu

bentar lagi kiamat yahh

Comment by .sippa.

aku terharu banget baca postingan ini… emang kita udah segitu gag menjaga bumi kita yah… jadi sedih…

Comment by fairyteeth




Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>