Suatu ketika Tuhan (T) menghentikan waktu, untuk apa? Ia ingin berbicara dengan Bumi (B).
T: Apa kabar Bumi?
B: Wahai Tuhan semesta alam, pasti Engkau tahu kabarku saat ini.
T: Hmm, tapi Aku ingin mendengar kabarmu dari engkau langsung!
B: Aku semakin tua Yang Mulia, aku bahkan sudah lupa umurku sekarang berapa.
T: Wajarlah jika engkau lupa, sudah ratusan juta tahun kau ada di alam semesta ini.
B: Lalu, apa gerangan yang membuat Yang Mulia menghentikan waktu?
T: Hahaha, Aku ingin berbicara langsung dengan engkau, Bumi.
B: Ada kah hal penting Yang Mulia?
T: Bumi, apa kabar manusia sekarang?
B: Engkau pasti tahu kabar mereka Yang Mulia.
T: Hmm, tapi Aku ingin mendengar kabar mereka dari engkau langsung!
B: Mereka semakin banyak Yang Mulia. Mereka semakin merusak.
T: Begitukah?
B: Betul Yang Mulia, mereka semakin modern dan semakin parah kelakuannya.
T: Apa maksudmu kelakuan mereka semakin parah?
B: Saat ini mereka sudah tidak peduli lagi padaku, mereka menghancurkanku perlahan-lahan.
T: Hahahaha, tapi engkau pasti akan hancur di kemudian hari wahai Bumi.
B: Itu memang tidak bisa dihindari, namun apa daya, manusia merupakan ciptaanmu yang paling pintar, aku hanya bisa memberi mereka peringatan saja.
T: Aku tahu itu, lalu apakah mereka masih merusak? Tapi ngomong-ngomong mereka ini merusak-nya seperti apa?
B: Tak terhitung perusakan mereka yang diperbuat. Umurku saja sudah lupa, apalagi daftar kejahatan mereka.
T: Kau memang tidak Kuciptakan untuk mengingat itu wahai Bumi.
B: Memang betul Yang Mulia, aku tak berkemampuan. Tapi tak jarang aku mengingat apa-apa saja tindakan manusia terhadapku.
T: Sebutkanlah!
B: Wahai Yang Mulia, aku minta maaf, tapi ini memang terjadi di mukaku.
T: Sebutkanlah!
B: Manusia saat ini telah menembus lapisan ozonku. Mereka saling berperang satu sama lain dan membiarkanku meminum darah segar mereka. Mereka selalu menusuk-nusuk kulitku dengan lapisan besi hanya untuk memenangkan persaingan pembuatan menara. Mereka membabat habis paru-paruku, mereka meracuni lautanku dengan bahan-bahan beracun. Mereka membunuh teman-temanku yang bisa dihitung jari, dan masih banyak yang lainnya lagi, namun aku tak mampu mengingatnya.
T: Hahahaha, menarik sekali. Bumi, engkau adalah planet ciptaanKu yang paling unik. Tahanlah beberapa saat lagi sampai tiba waktu yang telah ditentukan.
B: Baik Yang Mulia.
T: Masih ingatkah kau ketika Aku menciptakanmu?
B: Aku lupa Yang Mulia, sensasi yang kuingat adalah geli dan sakit?
T: Geli dan sakit?
B: Yang Mulia, ketika Kau mengisi aku dengan air, Kau juga menurunkan ciptaan-ciptaanmu. Aku merasa geli ketika mereka mulai berjalan-jalan di atasku.
T: Hahahahaha, lalu?
B: Sekarang aku sudah kebal akan hal itu. Namun aku merasa sakit sekarang.
T: Ya?
B: Seperti yang tadi aku jelaskan, mereka menyiksa dan menghancurkanku perlahan-lahan.
T: Itulah manusia, Aku menciptakan mereka tidak sempurna, agar mereka menuju sempurna. Mereka punya cacatnya masing-masing, dan Bumi, engkau harus terus bersabar. Sebentar lagi akan tiba masanya sampai Aku merasa cukup dengan ulah ciptaanKu ini, dan mereka tidak tinggal di atasmu lagi. Sesuai ketentuan, yang buruk mendapat ganjaran dan yang baik mendapat balasan.
B: Aku paham Yang Mulia, kapankah waktu yang telah ditentukan ini?
T: Adakah ciptaanKu yang tahu selain Aku kapan tiba waktunya?
B: Maafkan aku Yang Mulia, tidak ada yang tahu kecuali Engkau.
T: Baiklah, Aku akan memutar lagi waktu, dan Bumi, Aku menciptakan keseimbangan. Maka tidak semua manusia itu hitam, putih selalu membayang-bayangi mereka, dengan itu kehidupan ini terjadi.
B: Aku paham Yang Mulia, dan terima kasih mau mengunjungiku.
Saya ngga tau kenapa bisa nulis ini, mungkin saya sedih liat Bumi semakin rusak oleh kita.
***
Galeri hari ini:

Zoom-in?
PS 1: Ngga ada ucapan terima kasih (lagi!)
PS 2: Buat Anton, foto di Matraman liat aja di flickr saya!
35 Comments so far
Leave a comment
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



LPG = Lah Pertamax Gue!!!
Comment by budiernanto August 25, 2008 @ 7:46 amkenapa ga ada terimakasih?
Comment by doremifaa August 25, 2008 @ 8:03 amnamanya juga manusia..ga pernah puas..sukanya merusak dan merusak…tp saya ga pgn jadi manusia yg kaya gitu…
Comment by dinda August 25, 2008 @ 8:11 amBikinan lu bud? Keren. Bumi emang butuh penyelamat seperti gue eh kita. eh elu elu pade…
Comment by dondanang August 25, 2008 @ 10:55 amkarena aku males bilang terima kasih
ada yang kaya gitu, pasti
iya om, makasih yak. hehehe, wish u will be..
Comment by budiernanto August 25, 2008 @ 11:25 amheheyy
Comment by nrl August 25, 2008 @ 11:32 ambagus bud bagus…
cKCKCKC..ANAK MUDA KAYAK LOE EMANG JADI PANUTAN..CUIH
Comment by TYO GAPTEK August 25, 2008 @ 11:59 amyups,
hmm, kurang setuju buat peran “TUHAN” yang kanda mainkan di atas
coba peran yang lain, tapi jadi TUHAN???
Comment by rahmadisrijanto August 25, 2008 @ 12:17 pmhmm….
bagus apa-nya ngul?
maksudnya apa om tyo?
peran apa ya? itu aja saya buat se-bijaksana mungkin.
Comment by budiernanto August 25, 2008 @ 2:06 pmbeuh bener banget dah, bumi makin panaaaaaaas
Comment by cena August 25, 2008 @ 2:47 pmwuih..bisa aja lo..hmmm lumayan bikin sadar
Comment by diana_bochiel August 25, 2008 @ 2:54 pmglobal warmning.bentar lagi kiamat dah hhiiii serem.
tp mo gimana lagi lapisan ozon makin berkurang..
antisipasi gag pake plastik gag pake ac juga percuma..byk bgt yg ngeyel..
Cintai Bumi !! Dukung Greenpeace !!
Great Dialog, bro !!!
Comment by TopiQue August 25, 2008 @ 3:00 pmbumi..tragis sekali dikau. daku sering nyabutin bagian dari dirimu, daku juga sering injek” dirimu,maaf yak bumi..
Comment by cumicungkring August 25, 2008 @ 4:36 pmyah, tapi menurut ilmuwan, sekarang bumi sedang masa penyejukan
bukan berkurang, lebih tepatnya menipis
ho ho, saya tidak suka sama NGO itu, kita ga perlu mereka
Bumi, warna putih selalu seimbang dengan hitam
Comment by budiernanto August 25, 2008 @ 4:53 pmbumi…sabar ya…pada saatnya semuanya kan bakal musnah… kalu bumi emang udah waktunya mati… ya mati… tapi ayoooo usaha biar bukan kita penyebabnya
Comment by Paams August 25, 2008 @ 5:05 pmgw terharu bacanya…
Hikz2
Comment by Shintung August 25, 2008 @ 5:34 pmbumi menangis..
Comment by h4rold80 August 25, 2008 @ 9:02 pmiya, Bumi pasti mati
hmm, saya ga tau harus ikut terharu apa ngga?
Bumi menangis ketika penghuninya jahat padanya
Comment by budiernanto August 25, 2008 @ 9:07 pmtulisannya jelek, jelek jelek, yang bagus tulisannya budiernanto hehehhe
Comment by antown August 25, 2008 @ 10:16 pmgue takut deh jadinya apalagi waktu buminya bilang “kapankah waktu yang telah ditentukan ini?”
kalo cerita diatas bener-bener ide dari otak lo, gue salut!
Comment by inda August 26, 2008 @ 2:59 pmgaleri hari ini gak sesuai sama postingan!!
Comment by ridu August 26, 2008 @ 7:33 pmweehh .. seru juga .. kasian ya bumi .. elo sih . hahaha .. galerinya aneh haha
Comment by benazio August 26, 2008 @ 8:00 pmAnton, ga ngerti maksudnya.. -.-”
emang dari otak gw, dasar anak kecil!!!
iya ya? maaf deh ga memuaskan pengunjung
iya seru ya? kasian dong, hahaha, makasih atas pujiannya (lho?)
Comment by budiernanto August 26, 2008 @ 8:51 pmOOT:
Comment by antown August 27, 2008 @ 12:39 ammakasih bro. u are the best!! tetap semangat
salam kreatif!!
boleh2 tukeran linkk…
eh.. knalan duummmzzzz
Comment by taz August 27, 2008 @ 9:24 amOOT: Keren bro. U are the best. Apaan sih?
Comment by dondanang August 27, 2008 @ 9:37 pmdalem juga ya, coba kalo gue jadi bumi
Comment by Bani Biasa August 27, 2008 @ 10:15 pmbehhh..fotonya keyeeeeeen
Comment by aNNo' August 28, 2008 @ 7:41 amwowww wowww.. saya juga ga tau kenapa bisa komen ini, hahahha
Comment by bahrull August 28, 2008 @ 11:48 pmwowww wowww.. saya juga ga tau kenapa bisa komen ini, hahahha
Comment by bahrull August 28, 2008 @ 11:50 pmlahh maap dobel post bud, hihihihi
Comment by bahrull August 28, 2008 @ 11:51 pmwow kereeeeen bagus banget!
Comment by nisa August 29, 2008 @ 11:20 amnice!
Comment by Penyu August 29, 2008 @ 11:41 ambentar lagi kiamat yahh
Comment by .sippa. August 29, 2008 @ 10:39 pmaku terharu banget baca postingan ini… emang kita udah segitu gag menjaga bumi kita yah… jadi sedih…
Comment by fairyteeth September 6, 2008 @ 9:08 pm