Badut Menari Riang di Siang Hari


Dialog
August 25, 2008, 7:42 am
Filed under: Kategori 1 | Tags:

Suatu ketika Tuhan (T) menghentikan waktu, untuk apa? Ia ingin berbicara dengan Bumi (B).

T: Apa kabar Bumi?

B: Wahai Tuhan semesta alam, pasti Engkau tahu kabarku saat ini.

T: Hmm, tapi Aku ingin mendengar kabarmu dari engkau langsung!

B: Aku semakin tua Yang Mulia, aku bahkan sudah lupa umurku sekarang berapa.

T: Wajarlah jika engkau lupa, sudah ratusan juta tahun kau ada di alam semesta ini.

B: Lalu, apa gerangan yang membuat Yang Mulia menghentikan waktu? (bagus nih tulisannya, lanjut…)



Dipilih Ayo Dipilih!!!
August 21, 2008, 10:03 pm
Filed under: Kategori 2 | Tags:

Sekedar intermezo aja. Kita semua pasti udah tau dong kalo Indonesia sampai detik ini udah gonta-ganti presiden ampe 6 kali. Sebenernya udah tujuh sih, tapi sejarah berkata demikian jadi kita cuma bisa pasrah. Kalo mau liat siapa satu lagi presidennya liat di sini. Nah, siapa aja presiden Indonesia? Ada: (bagus nih tulisannya, lanjut…)



Baju Baru
August 20, 2008, 12:01 am
Filed under: Kategori 1 | Tags:

Saya biasanya kuliah pake baju yang dibawah ini:

Batik Lengan Panjang

Batik Lengan Panjang

Biasanya juga pake yang ini: (bagus nih tulisannya, lanjut…)



Flower
August 17, 2008, 6:52 am
Filed under: Kategori 1 | Tags:

I found her on deviantArt:

Bara and China

by alebara

by alebara

So sweet huh? haha, I love those frames.



Siapa yang Punya Jalan?
August 14, 2008, 8:21 pm
Filed under: Kategori 1 | Tags:

Bingung sekarang kalo menapakkan kaki di jalan. Soalnya jadi serba takut buat menempatkan diri di jalan. Entah itu jalan tikus, jalan layang, jalan pintas, jalan raya, dan jalan-jalan lainnya.

Jalan sekarang sudah dikuasai oleh yang namanya pengendara kendaraan bermotor. Nomor satu yang harus dihargai di jalan adalah kecepatan, tidak cepat harap minggir. Nomor dua jenis kendaraan yang dipergunakan, bukan kendaraan bermesin harap minggir. Dan nomor tiga, dari segi harga kendaraan, ngga mahal jangan keluar dari garasi deh.

Itulah realita jalan sekarang, hiruk pikuk dan individualistis. Semakin lama jalan semakin penuh dengan kendaraan, dan rata-rata satu kendaraan satu orang. Kendaraan umum semakin ditinggalkan. Mengambil contoh jalan paling mudah tentunya di ibukota. DKI Jakarta terkenal dengan macetnya. Macet yang disebabkan membludaknya jumlah kendaraan tiap harinya, rambu-rambu yang dihiraukan, juga dikarenakan petugas lalu lintasnya sendiri.

Saya kalau jalan kaki suka bingung sendiri. Kenapa? Karena tidak tahu harus jalan kaki di mana. Normalnya kan kalau pejalan kaki ya di trotoar, tapi di sepanjang jalan Kali Malang (Jakarta Timur)-dari daerah Halim sampai Mall Metropolitan-tidak ada yang namanya trotoar. Kondisi halte di pinggir jalan sangat memprihatinkan, pantaslah kalau Kali Malang selalu macet, semua orang beralih ke sepeda motor bahkan mobil.

Nasib angkutan umum tentu sangat ditentukan oleh penumpang. Ngga ada penumpang ya ngga makan. Kalau di Kali Malang, ngga ada penumpang ya berhenti aja di sembarang tempat, nunggu penumpang naik sekaligus ngehalangin jalan. Ini juga menjadi penyebab kemacetan di jalur Kali Malang. Kebanyakan angkutan umum yang lewat pasti sepi, ngga ada penumpang. Ngga ada penumpang ya ngga makan deh.

Perilaku pengendara juga harus diperhatikan, ada yang seperti Valentino Rossi (cepat) dan ada juga yang seperti Doni Tata (lama). Mau dia pake mobil atau motor, dua-duanya sama-sama bikin kesel. Kalo yang naik mobil pribadi jarang ngebut-ngebut, yang biasanya ngebut itu pasti ANGKOT, entah karena di kejar setoran atau karena istrinya ngelahirin, mereka jadi seenak jidat injek gas kenceng-kenceng. Pernah karena ada angkot beda jurusan balapan, salah satunya kecebur di Kali Malang, supirnya langsung dihajar warga sekitar.

Motor, nah ini dia yang selalu bikin kesel. Motor tuh biangnya bencana. Ada empat kemungkinan kenapa pengendara motor kadang bikin kesel. Pertama, pasti dia SIM-nya nembak. Kedua, Pasti dia ngga punya SIM. Ketiga, yang naik motor pasti anak laki-laki. Dan yang keempat, yang naik motor pasti perempuan. Empat kemungkinan itu adalah analisis saya terhadap pengguna sepeda motor di jalan Kali Malang. Kalau ngga tabrakan pasti jatuh. Itu-itu aja kejadiannya.

Pejalan kaki sekarang nasibnya sudah pasti ngga dihormati. Makanya kalau ngga punya motor atau mobil ya ngga usah keluar rumah, kata-kata itu kayanya kena banget di hati. Tapi dampak dari modernisme adalah semuanya dipermudah dengan yang namanya TEKNOLOGI. Kita, umat manusia diajak menjadi kaum konsumtif, dirayu untuk melayani gengsi kita sendiri. Akhirnya dalam hal lalu lintas, teknologi lah yang berkuasa yang notabene adalah mobil dan motor. Apakah anda tahu, bahwa memakai kendaraan bermotor berarti anda tidak melakukan gerak badan serta anda mutlak mencemari lingkungan dengan membuang gas pembakaran dari mobil dan motor.

Ingin menyalahkan polisi karena tidak bisa mengatur arus laju kendaraan bermotor yang berujung pada kemacetan? Jangan begitu. Mereka juga manusia. Mereka justru kewalahan mengatur ribuan kendaraan bermotor yang lewat di depan muka mereka. Aksi tilang mereka memang memalukan, tapi kita yang tidak bisa mengontrol emosi kita di jalan raya justru lebih memalukan.

Alangkah baiknya kita sebagai pengguna jalan bisa menghargai sesama pengguna jalan. Seharusnya kita sadar bahwa di jalan pun ada aturannya. Semua orang ingin dihormati, maka jangan seenak nya berprilaku di jalan yang sebenarnya adalah milik kita bersama.

Saya ikut lomba ini, dukung saya ya!